Tentangsinopsis.com – Sinopsis Start Up Episode 13 Part 4, Simak nih gaes lengkap kisah untuk linknya tersedia secara pribadi pada goresan pena yang ini. Jika Kalian mencari kisah Eps sebelumnya ada di sini gaes.

Chul San nge-vlog.
Chul San : Hello everyone! Bagaimana para pengikutku? Latar belakangnya tak biasa, ‘kan? Rumah kosong? Bukan, kamu salah. Kami di sini sebelum pindah ke 2STO. Di sini merupakan permulaan dari Samsan Tech. Ini daerah bersejarah kami. Jadi, saya nyalakan siaran langsung.

Chul San kemudian nunjukin kayak apa kantor mereka dulu.
Setelah itu, beliau ngarahin kamera ke Yong San.
Yong San memegang plang nama Samsan.
Yong San : Kami sudah tiga tahun keluar dari sini. Tapi masih belum ada penghuni barunya.
Chul San : Astaga. Itu artinya, kami sanggup berhasil walaupun berawal dari daerah seburuk ini. Aku sungguh terharu.
Yong San : Ya. Aku juga.

Chul San : Di lantai satu ada kedai makanan daging. Dahulu, kami senantiasa makan gimbap sambil mencium aroma daging. Lalu, kami berpikir, sehabis punya banyak duit mari ke sana dan makan daging, alih-alih cuma menghirup asapnya. Dan itu merupakan hari ini.
Yong San : Hari ini!
Chul San dan Yong San kemudian minta penonton mengklik tombol subscribe, like dan notifikasi.

Mereka pergi ke kedai makanan daging. Yong San makan dengan lahap.
Chul San bilang, itu bukan yukhoe. Makanlah di saat sudah matang.
Yong San : Ini sudah matang. Bukankah ini daging sapi Korea terbaik yang sungguh lembut itu?
Chul San : Benar. Ini enak. Sangat enak, namun bukankah tak seenak aromanya?
Yong San : Kalau begitu, untukku saja.

Chul San pribadi membatasi Yong San yam mau mengambil dagingnya.
Chul San : Tidak. Aku tak sanggup terima itu.
Mereka tertawa.
Chul San kemudian nanyain Do San. Yong San bilang beliau sudah hubungi Do San, namun Do San bilang mau pergi.
Chul San : Kemana?
Yong San : Tak tahu.

Ji Pyeong menyodorkan kotak kecil yang sudah terperinci isinya merupakan cincin, dan berkata itu cocok untuk Dal Mi.
Ji Pyeong : Lalu, beliau akan tanya maksudku, ‘kan? “Tak ada. Aku cuma suka menghimpun barang berkilau.” Apa? Apakah kamu burung gagak? “Apa kamu mesti tahu maksudku?” Tidak. Itu mengajak beliau berkelahi. “Maksud? Maksud dari ini Entahlah. Tapi pasti ada maksudnya. Aku mau kamu mendapatkan hatiku. Itu maksudku.”

Ji Pyeong lantas merasa geli sendiri dengan kata-katanya.
Ji Pyeong : Aku seumpama akan muntah. Sudahlah, jangan dilakukan. Apa yang sedang kulakukan?


Ji Pyeong berbalik, beliau mau membatalkan niatnya namun ingat kata-kata Yeong Sil bilang beliau pemukul yang penakut.
Yeong Sil : Kau takut bolamu keluar, jadi, kamu tak memukulnya. Jika terus ragu, pada balasannya kamu akan kalah.
Ji Pyeong kemudian memandang kotaknya.


Tak usang kemudian, Ji Pyeong pun putar arah dan bergegas ke dalam.
Tapi hingga di dalam, beliau ketemu Do San.
Baik Ji Pyeong dan Do San sama-sama terkejut.
Do San : Han Timjangnim.
Ji Pyeong menghela nafas.

Di kantor, Dal Mi teleponan sama seseorang dan mengucapkan selamat. Dal Mi bilang, mereka juga akan di tes bulan depan dan minta citra kayak apa tes kemudi kendaraan beroda empat otomatisnya.
Dari raut wajah Dal Mi, nampaknya yang bicara dengannya menolak memberi kisi-kisi kayak apa tesnya.
Hyun menyaksikan Dal Mi.
Hyun : Tak boleh?
Dal Mi : Ya. Katanya itu rahasia perusahaan.

Dal Mi berpikir sejenak, kemudian tak usang ia pun beranjak.
Hyun tanya Dal Mi mau kemana.
Dal Mi bilang mau menyaksikan tes nya secara langsung.
Dal Mi : Itu tak memiliki arti membocorkan.
Hyun : Kenapa mesti hingga seumpama itu?

Dal Mi : Tentu harus.
In Jae tersenyum gembira memandang kerja keras Dal Mi.

Dal Mi berlari menuju lift. Tanpa ia sadar, ia gres saja melalui Ji Pyeong dan Do San yang duduk di kafetaria.
Ji Pyeong tanya, kenapa Do San dimana.
Do San bilang, 2STO memberinya liburan.


Ji Pyeong senyum-senyum.
Ji Pyeong : Begitu. Jadi, kamu bukan kembali?
Do San : Ya.
Do San juga senyum memandang Ji Pyeong.
Ji Pyeong : Kau terlihat baik.
Do San : Kau juga, Pak Han.
Ji Pyeong : Aku sudah menjadi direktur.
Do San : Begitu. Ternyata kamu sudah naik pangkat. Selamat Direktur Han.

Do San kemudian melirik kotak yang dipegang Ji Pyeong.
Do San : Kau hendak beri kado untuk seseorang?
Ji Pyeong : Ya, benar.

Lalu Ji Pyeong ingat lagi kata-kata Yeong Sil.
Yeong Sil : Jadi, kumpulkan keberanian dan pukul. Bolamu sanggup keluar lapangan, namun sanggup juga home run.


Ji Pyeong kemudian menaruh kotaknya di atas meja dan bilang itu kado buat Dal Mi.
Wajah Do San pribadi berganti mendengar itu.
Ji Pyeong bilang Dal Mi sering membantunya jadi ia mempersiapkan kado kecil.


Ji Pyeong kemudian bangun dan tanya apa Do San mau menemui Dal Mi.
Ji Pyeong : Kantor di sini banyak berubah.
Do San menolak dan bilang beliau ada janji.

Ji Pyeong tak memaksa dan beranjak pergi.
Mata Do San pribadi berkaca-kaca.


Dal Mi menuju mobilnya namun beliau gres sadar kunci mobilnya tertinggal. Akhirnya, beliau balik lagi buat ngambil kunci mobilnya.
Ji Pyeong ke kantor Dal Mi namun Dal Mi tak ada.
Jung bilang Dal Mi keluar. Lalu beliau tanya ada apa.
Ji Pyeong bilang akan tiba lagi nanti.

Sampai diluar, Ji Pyeong memandangi kotaknya.
Tak lama, beliau beranjak pergi.

Komputer salah seorang pegawai In Jae bermasalah. Aksesnya terputus dan juga lambat.
Hyun mendekatinya.
Rekannya lainnya juga mendekatinya.
Hyun : Biar kuperiksa.

Do San di depan papan memo, teringat di saat Ji Pyeong memintanya menjadi Do San yang ada di surat.

Do San juga ingat di saat ia bilang ke temen-temennya kalau mereka mesti berhasil mudah-mudahan Dal Mi tak kecewa.

Do San ingat juga di saat Dal Mi tentukan korelasi mereka. Dal Mi bilang Do San bukanlah Do San yang menulis surat 15 tahun lalu.

Terakhir Do San ingat kado yang hendak diberikan Ji Pyeong ke Dal Mi.

Do San menghela nafas, kemudian beliau mengambil memo yang ditulisnya dulu. Memo yang bertuliskan kalau beliau ingin menghasilkan salah paham menjadi kenyataan.

Do San beranjak pergi.
Bersamaan dengan itu, Dal Mi keluar dari lift. Do San melalui di depan Dal Mi dan terus berlangsung dan tak menyaksikan Dal Mi.
Dal Mi menghentikan langkahnya dan menoleh ke Do San. Merasa itu Do San, Dal Mi pun memburu Do San.

Ia memukau seorang pria, namun itu bukan Do San. Pria itu sedang memegang kopi di saat ditarik oleh Dal Mi dan kopinya pun pribadi tersiram ke baju Dal Mi.
Dal Mi minta maaf.
Dal Mi : Bagaimana ini? Kopimu tumpah.
Pria itu bilang beliau tak apa namun baju Dal Mi..
Pria itu kemudian pergi.

Dal Mi nyaris menangis.
Dal Mi : Kau sudah gila Dal Mi-ya. Do San di Amerika. Kenapa cari beliau di sini?
Tak lama, ponsel Dal Mi berbunyi. Telepon dari seseorang. Dan beliau pun terkejut dan pribadi pergi.

Yong San dan Chul San meninggalkan restoran. Yong San sambil nge-vlog, mengucapkan terima kasih pada Chul San atas traktirannya.
Chul San menyaksikan bill.
Chul San : Harga makanan di kedai makanan ini sungguh mahal.
Yong San : Artinya kita sudah sukses. Kita sanggup makan di sana sepuasnya.
Chul San : Ya, kamu benar.


Mereka kemudian berjumpa Sa Ha.
Kamera menyorot Chul San yang kaget.
Sa Ha : Kenapa kalian di sini? Tak di Amerika?
Yong San : Kami sanggup libur dari kantor. Namun, kenapa kamu di sini?
Sa Ha : Aku tadi minum miras dengan teman-temanku di bersahabat sini.

Chul San : Astaga. Apa ini masuk akal?
Yong San : Benar. Jika bicara peluang, apa ini masuk akal?
Chul San : Tentu tidak. Seoul sungguh luas. Kita kembali ke Korea, tiba untuk makan, dan keluar dari sana pukul 21.11. Peluang Nona Jung melalui sini pada pukul 21.11. Jauh lebih kecil ketimbang memperoleh lotre.


Sa Ha : Banyak hal yang terjadi di saat menjalani hidup.
Chul San : Tapi, apa kamu sedang menanti seseorang?
Sa Ha : Aku menanti sopir pengganti. Tadi saya minum miras.


Yong San memerintahkan Chul San mengirimkan Sa Ha. Yong San bilang Chul San tadi tak minum miras.
Chul San : Katanya beliau sudah panggil sopir.
Sa Ha : Aku belum panggil.
Langsung senenglah itu si Chul San.

Chul San mengirimkan Sa Ha.
Dalam perjalanan, mereka tak saling bicara dan nampak canggung. Hingga akhirnya, Chul San mulai bicara.
Chul San : Apa insomnia mu sudah sembuh.
Sa Ha : Ya. Itu berkat kau.
Chul San : Syukurlah kalau begitu.

Sa Ha : Dahulu kamu ketakutan dengan Bahasa Inggris. Bagaimana? Sudah lebih baik?
Chul San : Bahasa Inggris? Ya, kini saya masih tak bisa.
Chul San kemudian kisah kalau beliau jarang bicara di 2STO. Jadi, saya cuma membisu seumpama bermeditasi. Kuharap ada seseorang yang mengajariku dengan intensif.
Sa Ha : Di sini hingga kapan?
Chul San : Aku? Sekitar sepuluh hari lagi? Kurasa tersisa sepuluh hari lagi.
Sa Ha : Mau kuajari selama itu?

Chul San pribadi memandang Sa Ha, benarkah?
Sa Ha : Lihat ke depan di saat menyetir.
Chul San : Ya. Baik. Aku mesti lihat ke depan di saat menyetir. Tentu saya mau. Aku akan sungguh berterima kasih.
Sa Ha : Kapan kamu ada waktu?
Chul San : Kapan saja. Mengikuti jadwalmu.
Sa Ha : Benarkah? Kalau begitu…

Ponsel Sa Ha berbunyi. Telepon dari ‘preman’.
Chul San melihatnya galau dan bertanya, preman?
Sa Ha bilang itu telepon dari Dal Mi.


Dal Mi nelpon Sa Ha dari kantornya. Ia terlihat panic. Ternyata, perusahannya diserang perangkat pemeras.
Dal Mi : Dia pasang kode kunci di berkas kami.
Sa Ha : Lantas, mereka minta apa?
Dal Mi : Mereka akan hapus kunci dekripsinya jikalau tak diberi 300 juta dalam 12 jam. Jika begitu, semua dokumen kami akan hilang.
Sa Ha : Sudah lapor ke polisi?
Dal Mi : Ya. Tapi mereka bilang sukar dikerjakan sekarang. Kau pernah pegang kasus perangkat pemeras begini, ‘kan? Apa kamu kenal jago keselamatan TI?
Sa Ha : Matikan dulu. Biar saya cari tahu.

In Jae juga menghubungi temannya.
In Jae : Bisa hubungi manajer keselamatan TI-mu yang meniadakan perangkat pemeras? Baiklah. Hubungi aku.


Selesai nelpon, In Jae tanya ke Dal Mi bukankah asuransi mereka menanggung peretasan juga.
Dal Mi : Tak bisa. Itu cuma untuk peretasan mobil.
In Jae : Ini membuatku gila.

Dal Mi mendekati I Su.
Dal Mi : Belum ada telepon lagi, ‘kan?
I Su : Ya.


Si kembar juga pusing.
Jung : Basis data kuncinya sungguh panjang. Sulit diselesaikan.
Hyun : Pasti perlu beberapa hari.


Hyun kemudian memerintahkan Dal Mi menampilkan duit saja mudah-mudahan sanggup kunci dekripsinya.
Hyun : Lantas, sanggup diselamatkan.
Dal Mi menolak.
Dal Mi : Belum pasti diberi meski sudah ditransfer.

Tiba-tiba, ada bahaya dari si peretas yang mana kalau uangnya tak ditransfer sekarang, mereka akan naikkan harga jadi dua kali lipat.
Dal Mi : Dua kali lipat? Jadi, 600 juta?
In Jae : Sinting.


Hyun pun mendesak Dal Mi menampilkan uang.
Hyun : Coba pikirkan. Dua miliar habis untuk buat algoritma dan kendaraan beroda empat ini. Tiga ratus juta itu murah.
Jung setuju, ya. Cepat transfer mudah-mudahan sanggup kuncinya.

In Jae : Semua dana dialirkan ke bisnis baru. Sulit memperoleh duit tunai. Bagaimana ini?
Semua pusing.

Dal Mi kemudian beranjak pergi.
Dal Mi masuk ke ruang rapat dan menghubungi seseorang.
Dal Mi : Halo, saya Seo Dal Mi. Maaf mengusik selarut ini. Kami terkena perangkat pemeras. Ya, baiklah. Kalau begitu, walaupun larut, tolong telepon ke nomor ini. Ya, jago keselamatan TI atau peretas topi putih juga tak apa.


Selesai menelpon, Dal Mi mencari nomor yang sanggup beliau mintai proteksi di daftar kontaknya.
Lalu beliau menyaksikan nomor Ji Pyeong dan teringat kata-kata Ji Pyeong.
Ji Pyeong : Kuharap saya sanggup menjadi orang yang kamu pertimbangkan di saat kamu kesulitan. Orang yang pertama.
Dal Mi mau menghubungi Ji Pyeong, namun telepon lain keburu masuk.

Dal Mi : Halo, ini saya Seo Dal Mi. Kau manajer keselamatan TI Konstruksi Taeram?
Ternyata yang menelpon Do San.
Do San : Dal Mi-ya, ini aku. Do San. Di mana kamu sekarang?

Dal Mi membeku. Tangisnya saat itu juga menyeruak keluar.
Do San : Dal Mi-ya. Kau baik-baik saja?
Dal Mi : Tentu. Kau ada di mana? Dari nomormu, nampaknya kamu di Korea.
Do San : Aku ke sana sekarang.
Dal Mi : Aku baik-baik saja. Kenapa kamu ke sini?

Do San : Aku sudah dengar semua dari Sa Ha. Kau di kantor, ‘kan? Aku akan hingga dalam 20 menit. Jangan khawatir. Tunggu aku.
Do San pun bergegas, memperbesar laju mobilnya menuju Sand Box.


Do San balasannya tiba di Sand Box.
Begitu tiba, beliau pribadi menuju In Jae Company.
In Jae dkk terkejut mantan rival mereka secara tiba-tiba datang.
Dal Mi : Do San-ah.
Pandangan Do San pribadi tertuju ke Dal Mi.
Do San : Dal Mi-ya, apa portanya terbuka?
Do San mulai bekerja.
Hyun gak bahagia menyaksikan Do San.
Hyun : Sedang apa kau?


Dal Mi menjelaskan, kalau pegawai gres mereka melakukan pekerjaan dari luar dan membiarkan porta 22 terbuka.
Hyun menegur Dal Mi, Seo Daepyeonim!


Do San : Rekam cadangnya?
Gantian Jung yang marah.
Jung : Hei. Kenapa kamu tanya itu?

Salah seorang pegawai bilang, mereka tak sempat kerjakan itu alasannya merupakan sibuk siapkan demo.
Do San kesal, harusnya kamu tetap melakukannya. Apakah sukar menyinkronkan fail antara dua server?


Tak lama, Chul San tiba bareng Sa Ha.
Chul San : Apa ada rekam cadangnya? Apa yang terjadi?
Do San : Mereka masuk melalui porta yang dibuka untuk susukan SSH. Tak ada rekam cadangnya.
Chul San : Kenapa sanggup tak ada? Itu hal yang sungguh penting.
Do San kemudian memerintahkan Chul San mengusut acara log.
Do San : Cek apa ada IP dari luar yang masuk.
Chul San mengerti.

Lalu Yong San datang.
Yong San : Ada apa ini?
Do San : Kita mesti pulihkan dulu. Penjelasannya nanti. Cek apa ada fail absurd terdaftar di penjadwalan pekerjaan.
Yong San : Baiklah.
Si kembar yang kesal, beranjak keluar.

Samsan Tech bekerja.
In Jae, Dae Myung dan I Su membiarka mereka melakukan pekerjaan dan pergi keluar.

Chul San : Hei. Dari catatan penjadwalan pekerjaan, ada fail absurd yang dijalankan tiga jam lalu. Namun, failnya sudah tak ada.
Do San : Sepertinya sudah dihapus. Sudah tidak boleh setengah jalan. Sistem pelindung mengasingkannya. Beri padaku sehabis ketemu.

Do San balasannya menangkap file yang aneh.
Do San : Rasanya seumpama dejavu. Ini seperti…
Chul San : Ya, benar. Seperti enam tahun lalu, waktu kamu selamatkan saya dari perangkat pemeras.
Do San : Ya, benar. Kodenya juga mirip. Apa pelakunya sama?
Chul San : Mustahil.
Yong San : Sudah kutemukan. Ada di daerah penyimpanan lokal.
Yong San pribadi memberikannya ke Do San.
Semua berkumpul. Do San mulai bekerja. Tak lama, Do San mendapatkan kunci deskripsi yang mereka butuhkan.
Dan…. In Jae Company selamat!

Dal Mi yang sudah frustasi sejak tadi pun pribadi lemas.
Sa Ha memegangi Dal Mi.

Do San bangun dan menggendong Dal Mi dan bilang ke mereka kalau beliau mau ambil air dulu.
Yong San yang memahami pun beranjak pergi.

Chul San gak ngerti-ngerti.
Chul San : Hei, air ada di sana.
Sa Ha gemes, beliau menggandeng Chul San dan menenteng Chul San keluar.
Chul San senyum2 digandeng Sa Ha.

Do San mendudukkan Dal Mi di dingklik santai.
Lalu Do San membuka kulkas, mengambil dua botol air dan menampilkan botol yang satu ke Dal Mi.
Do San : Kau tak apa?
Dal Mi : Ya. Aku tadi cuma sungguh lega. Kapan kamu kembali?
Do San : Sepekan lalu.
Dal Mi : Kau kembali ke Korea?
Do San : Tidak. Hanya liburan.

Dal Mi sedikit kecewa mendengarnya, ternyata begitu. Dal Mi kemudian tanya, kapan Do San balik ke Amerika.
Do San bilang pekan depan.
Dal Mi menganggu-angguk. Lalu tenang sejenak, sebelum Dal Mi mulai bicara lagi.
Dal Mi : Tadinya saya ketakutan soal NoonGil. Terima kasih. Kudengar itu diakuisisi yayasan tenar yang bagus. Namanya K. Jonse?
Do San : Ya. Kami berjumpa di pesta relasi. Dan beliau menggemari visi NoonGil.


Dal Mi : Kau hebat. Sampai sanggup berjumpa orang terkenal. Pasti menyenangkan.
Do San mengiyakan. Tapi parasnya terlihat sedih.
Do San : Hingga saya merasa bosan.


Dal Mi kemudian menyadari penampilannya yang kacau.
Dia pun kesal dan berkata kenapa mereka mesti ketemu lagi disaat begitu.
Do San bilang Dal Mi masih sama.
Dal Mi : “Masih tetap sama”? Benar. Aku memang tak pernah berubah. Selalu awut-awutan dan kacau.
Do San : Bukan itu maksudku.


Dal Mi : Terima kasih untuk hari ini.
Do San : Aku juga. Setelah sekian usang saya berupaya keras lagi.
Mereka kemudian diam-diaman lagi.

Chul San, Yong San dan Sa Ha melalui di depan kantor In Jae dan mereka mendengar In Jae lagi marah-marah di telepon.
In Jae marah. Dia bilang tesnya sebentar lagi.
In Jae : Kami mesti bagaimana jikalau dua pengembang utama keluar? Tunggu, Shin Hyun-ssi! Shin Hyun-ssi!
Hyun mutusin panggilan In Jae.


I Su bilang, Jung juga gak sanggup dihubungi. Ponselnya mati.
In Jae resah.
Yong San tanya ke Chul San, waktu mereka di Korea berapa hari lagi.

Ji Pyeong yang gres datang, berpapasan dengan 3 petugas TI.
Ji Pyeong bingung, kemudian beliau mengundang Dong Cheon yang lagi ngasih pengarahan ke penerima Sand Box.

Ji Pyeong : Apa ada yang diretas? Kenapa ada tim keselamatan TI?
Dong Cheon : Mereka diundang oleh Nona Won dan Nona Seo. Semalam, Cheongmyeong Company terkena perangkat pemeras. Sangat kacau. Mereka bergadang dan hubungi semua tim keselamatan yang…
Ji Pyeong pribadi pergi padahal Dong Cheon belum selesai bicara.

Dong Cheon ngelus dada.
Dong Cheon : Tak apa-apa. Dia bukan mengabaikanmu. Dia memang senantiasa begitu.

Dal Mi lagi menyaksikan penampilannya yang semrawut di cermin. Dia kemudian menyaksikan kancingnya yang nyaris putus.
Dal Mi : Harusnya saya tidak pakai baju ini.
Lalu Ji Pyeong datang.
Ji Pyeong : Dal Mi-ya, maksudku, Seo Daepyeonim, apa yang terjadi? Terkena perangkat pemeras?

Dal Mi : Sudah selesai. Kunci dekripsinya didapatkan dan semua dipulihkan.
Ji Pyeong : Bagaimana bisa?
Dal Mi pun kisah kalau kemarin, Do San datang.
Dal Mi : Chul San, Sa Ha, juga Yong San. Mereka semua tiba membantuku.
Ji Pyeong lantas memandang jaket Do San yang tergantung di dingklik Dal Mi. Dia pun sedikit kesal mendengar Do San yang menolong Dal Mi, namun beliau juga lega problem Dal Mi udah beres.
Trio San sedang menikmati street food. Chul San bilang, beliau seumpama hidup lagi.
Chul San : Aku sungguh merindukan ini di saat di Amerika.
Yong San : Melebihi daging sapi?
Chul San : Sejuta kali lipat.
Yong San : Sepertinya Shin Hyun dan Shin Jung berhenti dari kantor.
Do San : Apa? Kenapa?
Chul San : Mereka melarikan diri. Mereka tak sanggup mengakhiri masalah, namun malah kabur.
Yong San : Tesnya sebentar lagi. Aku khawatir.
Do San melamun mendengarnya.
Chul San kemudian memerintahkan mereka mengikutinya.
Chul San : Jangan pertimbangkan orang lain lagi. Ayo kerjakan pemungutan suara.
Do San : Untuk apa?
Yong San : Kenapa masih tanya? Mau beli apartemen di mana jikalau saham sudah cair. Pemandangan Sungai Han atau San Francisco.
Tapi Chul San bilang bukan itu.
Chul San : Terus melakukan pekerjaan di Amerika dan sanggup saham dari 2STO, atau merelakan saham dan kembali hidup di Korea.
Yong San kaget, apa?
Chul San : Setelah di sini beberapa waktu, saya sadar. Cuaca dan udara di San Francisco memang bagus, tapi, entah kenapa, saya merasa bosan. Dan saya sadar sehabis kembali ke sini. Aku lebih senang yang menantang.
Yong San : Jadi, kamu mau kembali selamanya ke Korea?
Chul San : Ya. Jika kalian semua setuju. Do San-i, saya mau tanya, kamu mau kembali ke Amerika atau disini? Kau pemegang bunyi penentu.
Yong San : Kenapa begitu?
Chul San : Aku mau tetap di sini, dan kamu mau kembali. Satu musuh satu. Makara Do San yang punya suara…
Yong San : Siapa bilang saya mau ke sana lagi? Aku juga mau tetap di sini. Jadi, dua musuh satu. Kau tidak punya pilihan Do San-ah. Terima saja. Kalian ke Amerika bukan alasannya merupakan kalian mau. Tapi terpaksa alasannya merupakan salahku. Terima kasih tak pernah menyalahkanku.

Yong San merentangkan tangannya, mau meluk mereka namun Chul San pribadi mendorongnya.
Chul San : Sedang apa kau? Menggelikan.


Yong San : Sudah selesai makan?
Do San : Ya.
Yong San : Kalau begitu, cepat kembali ke Sand Box. Bajumu tertinggal di kantor Nona Seo.
Do San : Dasar berengsek. Bilang dari tadi. Harusnya bilang dari tadi.

Do San pergi namun kemudian beliau berbalik, memandang dua temannya lagi.
Do San : Dari permulaan sudah tiga musuh nol.
*Ikut seneng lihat Do San seneng, namun beliau masih insecure ya kalau udah ketemu sama Ji Pyeong.

Do San balik ke Sand Box dan menempelkan lagi memonya yang sempet beliau ambil.
Di memo itu, ia menulis kalau ia pengen menghasilkan salah paham jadi kenyataan.

Dal Mi masih di ruangannya. Penampilannya masih kacau. Omo, beliau bahkan nangis.
Dal Mi kemudian menyaksikan jas Do San yang ketinggalan dan teringat pertanyaan Do San pas Do San nganterin beliau pulang.


Do San tanya, apa yang Dal Mi senangi dari dirinya.
Saat itu, Dal Mi teringat pas di pesta kekerabatan In Jae. In Jae tanya, mereka sedang mempersiapkan bisnis, kan?
Dal Mi yang menggandeng lengan Do San, galau menjawabnya.
Do San yang menjawab sambil terus mempertahankan tangan Dal Mi tetap di lengannya.
Dal Mi pun bilang, beliau suka tangan Do San yang besar.

Do San bangun di depan lift.
Lift menenteng Do San ke atas. Tapi begitu pintu lift terbuka, Ji Pyeong sudah bangun di depannya.


Do San berupaya tidak mempedulikan Ji Pyeong. Dia mau keluar namun Ji Pyeong menahannya dan mendorongnya masuk ke lift.
Do San kesal dan menepis tangan Ji Pyeong darinya.


Ji Pyeong mengajak Do San bicara.
Nyali Do San pribadi ciut pas Ji Pyeong ngajak beliau bicara. Do San merasa insecure lagi.
Bersambung…
EPILOG :

Malam itu, malam di saat In Jae Company diretas, Do San lagi nganterin ibunya.
Ibu : Padahal sudah sungguh dekat. Kenapa mengirim ibu?
Do San : Aku mesti melayani ibu di saat saya di Korea. Ibu latihan menyetir, ‘kan?
Ibu : Ya, mulai kemarin.
Do San : Kalau begitu, di saat ke bandara nanti antarkan saya dengan kendaraan beroda empat ini.
Ibu : Baiklah. Ibu akan berlatih keras.
Ibu kemudian nanyain Dal Mi. Ibu tanya, apa Do San udah nemuin Dal Mi.
Do San bilang belum.
Ibu : Tak mau jumpai dia.
Do San : Tidak.

Chul San menghubungi Do San.
Chul San bilang beliau lagi sama Sa Ha.
Do San seneng denger Chul San ketemu lagi sama Sa Ha.
Chul San bilang ada telepon dari Dal Mi.
Chul San : Sistem kemudi otomatis yang secepatnya dites terkena perangkat pemeras. Keadaannya sungguh semrawut sekarang. Jika tak bayar, mereka akan hapus kunci dekripsinya.
Do San : Dimana Dal Mi?
Chul San : Pasti di kantor. Aku sedang menuju ke sana. Aku tak sanggup tuntaskan sendiri. Bisakah kamu secepatnya ke sana?

Do San kemudian bilang pada ibunya kalau beliau mesti secepatnya pergi.
Ibu ngerti. Do San pun nurunin ibunya di pinggir jalan.
Do San kemudian pergi.

Dalam perjalanan beliau menghubungi Dal Mi.
Dal Mi : Halo, ini saya Seo Dal Mi. Kau manajer keselamatan TI Konstruksi Taeram?
Do San : Dal Mi-ya, naya. Do San-ah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar