Tentangsinopsis.com – Sinopsis Oh! Master (Oh My Ladylord) Episode 7 Part 2, Lihatlah selengkapnya tergolong daftar recap pada link lengkap di goresan pena yang ini. Untuk mendapatkan recap dari Episode Sebelumnya ada di sini.

Joo In masuk ke ruang dengar dikala Bi Soo sedang latihan tertawa. Ia kisah kalo besok ia mesti memandu program radio dan tamu terjadwalnya nggak sanggup datang. Bi Soo tahu kemana arahnya. Tapi beliau tersinggung. Ia seorang penulis tenar cuman dijadikan tamu cadangan. Joo In gunjingan untuk minta Yujin kalo emang Bi Soo nggak mau. Bi Soo menahan dan bilang iya. Selain itu Joo In juga ketakutan perihal ibu Bi Soo yang tinggal di panti jompo. Tapi bukan ibu yang beliau khawatirkan melainkan Bi Soo. Ia minta Bi Soo untuk bilang padanya kalo ada yang dibutuhkan secara ibunya lebih dahulu tinggal di sana.

Malamnya ibu nggak sanggup tidur. Ibu Joo In ngasih tahu kalo malam pertama yaitu yanh paling sulit. Tapi dua tiga hari ke depan ibu akan merasa kalo ini yaitu tempatnya. Ia sanggup tidur besok atau dua hari lagi. Jangan memaksakan diri. Ibu berdiri dan membenarkan. Pada balasannya ia akan tidur nyenyak.

Joo In menghasilkan susu hangat. Sama seumpama yang Bi Soo laksanakan sebelumnya. Ia mau membuangnya sebab masih mesti membaca naskah siaran radio besok. Bi Soo melarang dan meminumnya. Joo In menyinggung perihal penyakit ibu dan menenangkan kalo ibu niscaya sanggup sembuh. Bi Soo balasannya menginformasikan Joo In perihal penyakit ibu yang sebenarnya. Selama ini ia berpura-pura nggak tahu sebab itulah yang ibu inginkan. Ibu ingin ia senantiasa tersenyum dikala bersamanya. Tapi Joo In pikir Bi Soo nggak sanggup senantiasa tersenyum. Ia mempersilakan Bi Soo untuk kesal, cemberut atau murka kalo di depannya. Dengan begitu Bi Soo sanggup tersenyum dikala bareng ibu. Bi Soo bercanda memperingatkan kalo beliau suka marah. Joo In nggak papa. Ia mengepalkan tinjunya dan bilang kalo ia cukup tangguh. Keduanya kemudian tersenyum bersama.

Bi Soo membaca naskah dramanya untuk episode pertama. Ibu mengirim pesan membalas gambar senyum yang beliau kirimkan. Sekarang ibu minta Bi Soo untuk jatuh cinta.


Bi Soo yang mendengar Joo In sedang latihan keluar. Katanya Joo In gugup. Kalo Bi Soo sih nggak pernah gugup. Ia nyuruh Joo In untuk menilai kalo siaran yaitu penggalan dari akting. Joo In pikir itu masuk akal.
Bi Soo kemudian menyinggung kalimat epilog untuk siarannya. Sebenarnya dalam naskah sih nggak ada. Lagian itu akan terlewatkan juga. Tapi menurut Bi Soo justru itu penggalan yang sungguh penting. Joo In menjajal untuk menyampaikan beberapa kalimat epilog dan Bi Soo mendengarkannya sambil memejamkan mata seakan ia yaitu pendengarnya namun kata Bi Soo nggak ada yang sesuai. Sampai ia mendapatkan kata saya menyukaimu. Bi Soo nyuruh Joo In untuk mengatakannya dengan penghayatan. Bi Soo menyarankan untuk mengubah kata suka menjadi cinta.
Joo In membisikkannya di bersahabat indera pendengaran Bi Soo sesuai yang disarankannya seakan mengatakannya pada seseorang. Bi Soo merasa kalo itu sudah bagus. Ia kemudian kembali ke kamarnya. Wah ternyata beliau nervous banget tadi. Dia bahkan hingga memegangi telinganya.

Yujin tiba ke studio radio lebih dahulu dari Joo In dan membagikan makanan untuk semua staf. Joo In hingga nghak nyangka. Yujin bahkan merancang gambarnya sendiri. Katanya ia melakukannya sebab ini yaitu debut Joo In menjadi penyiar radio.

Gwang Ja sama Jae Hwan masih meributkan siapa yang hendak diseleksi Joo In. Gwang Ja milih Yujin dan Jae Hwan milih Bi Soo. Nggak ada yang mau menyerah hingga balasannya Gwang Ja menghentikan perdebatan mereka kalo enggak mereka akan berkelahi gegara itu.


Joo In sudah ada di ruang siaran dan Yujin memantau dari luar. Bi Soo datang. Seperti biasa mereka senantiasa nggak akur. Beda dengan Yujin yang senantiasa mengikuti Joo In, Bi Soo tiba untuk menjadi bintang tamu dan sesumbar kalo penyiar radio umumnya memanggil orang yang bersahabat dengannya. Yujin pikir itu sebab Joo In nggak yummy padanya saja secara mereka tinggal bersama.
Siaran balasannya dimulai. Joo In melakukannya dengan baik dan hening hingga lagu pembuka diputar. Ia melepas earphone- nya dan menampilkan tanda hati dengan jarinya. Yujin membalasnya. Bi Soo mau melakukannya juga namun nggak bisa.

Dae Young tiba menemui presdir Kim dan membawakannya kopi juga kue. Mereka bercerita perihal permulaan mula karir masing-masing hingga kesan pertama satu sama lain.

Ayah tiba ke panti jompo untuk menemui ibu. Akhirnya ayah oke untuk menandatangani surat cerai yang ibu minta. Ia memyalahkan diri sendiri atas perceraian itu katena nggak sanggup mempertahankan ibu. Ibu membantah dan memberitahu kalo itu sebab penyakitnya. Ayah menyinggung Bi Soo yang masih belum tahu hingga sekarang. Ibu nggak ngasih tahu sebab nggak ingin Bi Soo syok. Tapi menurut ayah Bi Soo jauh lebih luar dari yang mereka kira.



Joo In melanjutkan siarannya. Kali ini Bi Soo sudah masuk ke ruang siaran. Joo In memperkenalkan Bi Soo, Seorang penulis drama thriller. Bi Soo menyapa pendengar. Dan sebelum mendapatkan penelpon pertama, Joo In akan memutarkan lagi undangan dari Bi Soo. Dan lagu yang ia ingin dengar yaitu “My Love, Stay with Me” oleh Kim Hyun-sik.
Sambil nunggu, keduanya mengobrol. Joo In berpesan mudah-mudahan Bi Soo bicaranya hati-hati dikala ada penelpon pertama nanti. Citranya jelek sebab kepribadiannya buruk. Dia aja hingga nggak sanggup berhenti untuk khawatir. Padahal akan menggembirakan kalo orang sanggup menyaksikan segi baiknya. Ia orang yang autentik. Kebanyakan orang bertindak dengan cara tertentu sebab suatu alasan. Tapi Bi Soo nggak perkiraan seumpama itu. Ia sungguh peduli dikala bicara dengan seseorang. Itu yang menjadikannya istimewa. Bi Soo membantahnya. Ia baik cuma sama Joo In sebab suatu alasan. Keduanya malah bengong sambil saling memandang padahal lagunya sudah selesai. Yujin aja soal ketakutan lihatnya.


Joo In secepatnya memakai headphone-nya dan melanjutkan siarannya. Ada penelpon yang masuk. Ceritanya sama sama apa yang Bi Soo alami. Seorang pekerja kantoran usia 30 tahun menggemari rekan kerjanya di kantor yang punya sobat lelaki yang juga menyukainya. Bi Soo eksklusif menyarankan mudah-mudahan lelaki itu berhenti berbincang-bincang dengan perempuan itu. Joo In punya usulan lain. Mungkin perempuan itu sedang mempertimbangkan siapa yang hendak ia pilih di antara mereka berdua.
Bi Soo kemudian menampilkan jawaban lain dan menawan sarannya yang sebelumnya. Ia menyarankan mudah-mudahan lelaki itu melaksanakan pendekatan dengan sabar sebab perempuan itu sedang nggak pacaran dengan siapapun. Katanya perempuan itu menyukainya. Pria itu merasa murka dan cemburu dikala mempertimbangkan perempuan itu sedang bareng temannya. Pria penelpon membenarkan dan berpikir kalo Bi Soo juga mengalaminya. Bi Soo membenarkan. Dia menyukainya namun …sambil menyaksikan Joo In ia menginformasikan kalo ia nggak akan mengejarnya kalo nggak merasa percaya dengan hubungan itu. Ia melanggar peraturannya sendiri dan nggak ngerti dengan apa yang ia lakukan. Ia nggak sanggup menahan perasaannya dan merasa mesti melihatnya hingga tamat sebab perasaan itu nggak akan terhenti.
Joo In hingga nggak sanggup berkata-kata. Ia kemudian menanyakan ke lelaki penelpon apa sarannya membantu? Pria itu mengiyakan dan akan melaksanakan apa yang Bi Soo sarankan.
Akhirnya siaran Joo In selesai. Ia menutupnya dengan kalimat yang diusulkan Bi Soo.

Ketiganya berlangsung bersama. Yujin memuji tampilan Joo In tadi. Bi Soo mengaku suka banget sama kalimat penutupnya. Joo In pikir itu sebab Bi Soo yang menjadikannya makanya ia menyukainya. Yujin menyindir kalo Bi Soo kesepian. Yujin mengaku nggak mau pulang dan mau bermalam di rumah Joo In. Bi Soo melarang namun Joo In memperbolehkan secara itu yaitu rumahnya. Bi Soo mah cuman penyewa.


Bi Soo meminjamkan pakaiannya pada Yujin. Sebelum dikasih beliau menjadikannya kusut dan bilang akan membuangnya nanti. Dia nggak pernah memakai busana bekas orang lain. Yujin menyaksikan kalo bajunya terlihat mahal dan sungguh sesuai dengannya.
Joo In datang. Keduanya berdiri bersamaan. Yujin mengeluarkan suatu permainan. Mereka bermain bareng dan mengabaikan Bi Soo. Bi Soo memberitahu kalo beliau mau menulis naskah. Joo In mengiyakan dan akan bermain dengan tenang.

Di kamarnya Bi Soo sama sekali nggak sanggup tenang. Ia kemudian punya wangsit dan mulai menulis. Setelah selesai dicetak, Bi Soo keluar dan menemui Yoo In. Kebetulan Yujin nggak ada sebab sedang ganti baju. Bi Soo menampilkan naskahnya dan nyuruh Joo In untuk membacanya. Dia akan jadi tokoh prianya. Mereka mulai membaca. Adegan dua orang yang dengan pembicaraan mesra. Ada juga tokoh Gene yang menghasilkan tokoh lelaki cemburu namun tokoh yang Joo In perankan meyakinkan kalo Gene cuma teman. Pria manis seumpama Gene menjadikannya jijik.
Yujin secara tiba-tiba tiba dan menutup kedua mata Joo In. Dia nggak suka Joo In memandang Bi Soo seumpama itu. Joo In protes dengan tokoh Gene yang sebelumnya nggak ada. Bi Soo memberitahu kalo beliau huruf baru. Ia kemudian nyuruh Joo In untuk melanjutkannya namun Joo In malah mengembalikan naskah dan game pada keduanya dan bilang mau istirahat. Yujin mengambil naskah Bi Soo. Dia tahu kalo Gene yaitu citra dari dirinya dan menampilkan kalo Bi Soo justru lebih manis darinya. Bi Soo malah bermaksud untuk menyertakan tokoh Gene dalam dramanya biar Yujin kian kesal.

Keduanya bicara berdua di ruang tamu. Keduanya saling sindir. Yujin tahu kalo apa yang Bi Soo katakan dikala siaran tadi yaitu isi hatinya. Ia mengatakannya mudah-mudahan Joo In sanggup mendengarnya. Ia menginformasikan kalo ingatan lebih mempunyai dampak dari yang ia duga. Ia mengaku sungguh menggemari Joo In dan nggak akan membiarkan Bi Soo mencurinya darinya. Bi Soo menekankan kalo Joo In bukan barang. Terserah beliau mau menegaskan siapa.


Bi Soo merasa nggak hening di kamarnya. Ia menyaksikan Joo In keluar dari kamarmya sambil.mrmbaea selimut. Ia mengikutinya dan menyaksikan Joo In memakaikan selimut itu untuk Yujin yang sedang tidur do sofa dan bahkan juga memberinya bantal. Setelah Joo In pergi, Bi Soo berpura-pura mau memindahkan Yujin ke kamar tamu dan malah menjatuhkannya. Yujin hingga kesakitan. Bi Soo kemudian nyuruh Yujin untuk tidur di kamar tamu alih-alih di sofa yang sempit.
Dan sehabis Yu Jin pergi, Bi Soo gantian tidur di sofa dan meletakkan selimutnya di bawah meja. Joo In kembali. Ia terkejut lihat Bi Soo tidur di sana kedinginan. Ia kemudian menyelimutinya dan malah memandang parasnya lama. Mendadak Bi Soo membuka matanya. Mereka saling diam. Yujin kembali dan menanyakan yang mereka berdua lakukan. Joo In mau kembali ke kamarnya.



Yujin dan Bi Soo saling bicara sinis. Yujin menyesalkan Bi Soo yang berbuat semaunya. Ia juga akan melaksanakan semaunya seumpama yang Bi Soo lakukan. Joo In kembali. Ada yang mau ia bicarakan dengan keduanya.
Mereka bertiga bicara. Joo In membenarkan kalo beliau suka sama Yujin. Bi Soo nggak terima san mengungkit perihal ciuman di pipi. Joo In juga suka sama Bi Soo. Ia suka keduanya. Ha????
Bersambung…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar